Citizen Jurnalis: Mohammad Kambali, S.Si.
Empat anak perempuan tampak duduk di sisi timur. Tidak memakai mukena. Keempatnya bersikap tenang tanpa suara. Saat itu pukul 07.10. Di depan mereka, dua saf sedang melaksanakan salat. Berjemaah. Saf pertama, anak laki-laki. Saf kedua, murid-murid yang mengenakan mukena. Di depan saf pertama, Ustaz Khoir, memimpin salat. Ya, Rabu (23/10/2026) pagi itu murid kelas 5A, 5B, 5C, dan 5D sedang melaksanakan salat Duha. Bersama-sama. Di musala lantai 3.
Selain para murid, sejumlah guru juga berada dalam saf salat. Mengikuti salat Duha. Sebagimana murid-murid. Ada juga guru perempuan yang tidak ikut salat. Beliau yang tidak ikut salat ini, biasanya karena sedang uzur. Guru-guru ini mengkondisikan dan memastikan murid-murid melaksanakan salat Duha dengan baik dan benar. Termasuk membenarkan anak-anak yang gerakan salatnya belum sesuai. Guru yang berada di musala lantai 3 ini meliputi guru kelas 5 dan guru pendampingnya. Keseluruhannya sejumlah 9 guru: 2 putra dan 7 putri.

Murid-murid SD Islam Hidayatullah melaksanakan salat Duha berjemaah dengan tertib dan khusyuk. Pembiasaan ini menjadi ikhtiar menanamkan kecintaan beribadah dan menumbuhkan kesadaran salat sejak dini.
Salat Duha usai. Ditandai salam oleh Ustaz Khoir dan seluruh jemaah. Tak berselang lama, Agler 5A maju ke depan. Bersebelahan dengan Ustaz Khoir. Ia pegang mikrofon. Lalu memimpin zikir bakda salat. Usai zikir, Agler memimpin doa setelah salat Duha. Waktu itu memang Agler yang mendapat tugas memimpin zikir dan doa bakda salat Duha. Tugas memimpin ini dilakukan secara bergiliran.
Salat Duha kelas 5 terjadwal setiap hari Rabu. Mulai pukul 07.00 hingga 07.25. Dalam durasi 25 menit ini, anak-anak melakukan rangkaian kegiatan mulai dari wudu hingga doa setalah salat Duha. Dan sebelum keluar dari musala, anak-anak juga sekalian melaksanakan doa apel pagi Bersama-sama. Biasanya apel pagi ini dilakukan di kelas masing-masing.
Selain kelas 5, ada pula kelas lain yang terjadwal salat Duha setiap hari Rabu pukul 07.00—07.25. Yakni, kelas 2. Hanya saja tempatnya berbeda dengan kelas 5. Kelas 2 melaksanakan salat Duha di kelas masing-masing. Murid-murid kelas 2 masih membutuhkan pembimbingan yang lebih intens dalam melakukan salat. Termasuk salat Duha. Sehingga perlakuan salat kelas 2 dibedakan dengan kelas 5.
Kelas 1 dan 4 juga terjadwal rutin melakukan salat Duha. Yakni setiap hari Selasa. Kelas 1 di ruang kelas masing-masing. Sedangkan kelas 4 dilaksanakan di hall lantai 3. Demikian pula kelas 3 dan 6. Terjadwal setiap hari Kamis pukul 07.00—07.25. Kelas 6 di musalla lantai 3 dan kelas 3 di ruang kelas masing-masing. Walhasil, setiap murid dari kelas 1 hingga kelas 6, semuanya terjadwal rutin salat Duha. Tiap pekan satu kali.
Pelaksanaan salat Duha secara rutin ini memang dikemas untuk membangun kebiasaan dan budaya salat bagi anak-anak. Fikih salatnya diajarkan, dibimbingkan, dan dibiasakan dalam setiap jadwal pembiasaan salat Duha. Anak-anak diupayakan dapat melaksanakan fikih salat secara tuntas. Selain itu, pembiasaan salat Duha ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran anak dalam melaksanakan salat sunah, khususnya salat Duha.
Apabila anak-anak telah tuntas melaksanakan fikih salat dan terbiasa melaksanakan salat Duha—salat sunah—maka pencapaian standar mutu lulusan sadar salah akan lebih mudah diwujudkan dan menjadi bekal yang sangat berharga bagi anak-anak dalam menjalani kehidupan ini.
Semoga Allah mempermudah para guru dalam mengawal pembiasaan salat murid-murid SD Islam Hidayatullah. Dan murid-murid bertumbuh kembang menjadi pribadi-pribadi yang tumbuh kesadaran salatnya, sehungga menjadi amal terbaik yang dapat meningkatkan iman dan ketakwaan mereka.

