Anak Jadi Lebih Bahagia ke Sekolah? Ini Rahasia Regulasi Emosi yang Dibongkar di Parenting SD Islam Hidayatullah

Share it

Sesi parenting penuh makna bersama Dr. Putri Marlenny, M.Psi., Psikolog, membuka sudut pandang baru tentang dunia emosi anak.

Sabtu, 7 Februari 2026, suasana pagi di Musala SD Islam Hidayatullah Semarang terasa berbeda. Ratusan ayah dan bunda wali murid kelas 1–6, serta wali calon murid kelas 1 Tahun Pelajaran 2026/2027, berkumpul dalam agenda Parenting Session spesial bertema “Menjaga Mood Baik Anak agar Senang Menjalani Hari dan Bersekolah.” Kegiatan ini berlangsung hangat, penuh semangat, dan sarat makna.

Pada kesempatan tersebut, SD Islam Hidayatullah Semarang menghadirkan narasumber ahli, Dr. Putri Marlenny, M.Psi., Psikolog, yang mengupas tuntas rahasia di balik dinamika emosi anak. Dalam pemaparannya, Dr. Putri menegaskan bahwa menjaga mood anak bukan berarti selalu menuruti semua keinginannya, melainkan membangun fondasi kebahagiaan dari dalam melalui regulasi emosi yang sehat.

“Marah adalah emosi yang wajar dan nyata. Ia membawa makna. Namun, marah menjadi tidak tepat ketika diekspresikan dengan cara menyakiti dan tanpa kendali. Di sinilah pentingnya regulasi emosi,” tutur Dr. Putri di hadapan para peserta.

Dalam sesi yang interaktif dan aplikatif tersebut, terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus pembahasan. Pertama, navigasi emosi dua dunia, yakni pentingnya keselarasan pola asuh antara rumah dan sekolah. Orang tua dan guru perlu berjalan seiring agar anak merasa aman secara emosional, memiliki “tangki kebahagiaan” yang penuh, serta tidak bingung menghadapi perbedaan aturan.

Kedua, tumbuh kembang anak di era modern. Dr. Putri menyampaikan bahwa anak-anak masa kini lahir dalam lingkungan yang sangat modern dan penuh stimulasi. Oleh karena itu, pendekatan yang tepat bukanlah sekadar melarang, melainkan menyediakan ruang bereksplorasi yang disertai konsekuensi dan konsistensi yang jelas. Dengan demikian, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan percaya diri.

Ketiga, strategi mood booster, berupa tips praktis bagi orang tua untuk mendeteksi perubahan emosi anak sejak dini. Orang tua diajak merespons emosi anak tanpa memicu konflik baru, memberi ruang untuk berekspresi, serta memvalidasi perasaan anak melalui kehadiran penuh. Hal ini akan membuat anak merasa aman, diterima, dan nyaman untuk berbagi.

Kegiatan parenting ini diharapkan dapat menambah wawasan dan keterampilan pengasuhan bagi seluruh orang tua, sekaligus memperkuat sinergi antara rumah dan sekolah. Sebab, sejatinya kunci keberhasilan anak di sekolah berawal dari regulasi emosi yang sehat di rumah.

Terima kasih disampaikan kepada seluruh ayah dan bunda yang telah hadir serta antusias mengikuti kegiatan ini. Semoga agenda parenting ini membawa kebermanfaatan luas dan menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi yang bahagia, tangguh, dan berkarakter.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *