
Proses munaqasyah tahfiz berlangsung khidmat, seorang ustaz menguji bacaan Al-Qur’an dua murid yang tampil percaya diri dan antusias.
Pada tahun ajaran 2025/2026, SD Islam Hidayatullah Semarang kembali menyelenggarakan kegiatan Pra-Munaqasyah. Kegiatan rutin tahunan ini diikuti oleh 312 murid dari kelas 1 hingga 6 dengan kategori tartil dan tahfidz juz 30, 1, 2, 3, 4, 5, serta 6. Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di musala SD Islam Hidayatullah Semarang serta sejumlah ruangan lain di lingkungan sekolah.
Kegiatan berlangsung selama tiga sesi, mulai Selasa hingga Kamis, 11–13 November 2025. Pada setiap sesi, tampak para murid mengikuti ujian dengan penuh semangat, antusias, dan percaya diri. Mereka melafalkan bacaan Al-Qur’an sesuai materi yang diujikan oleh para penguji. Adapun materi ujian meliputi fashohah, tartil, tajwid, ghorib, serta hafalan surat pendek maupun panjang, sesuai tingkat program masing-masing santri.
Rincian materi yang diujikan meliputi:
1. Fashohah dan Tartil: Kemampuan membaca Al-Qur’an secara benar sesuai makhrajul huruf serta kaidah tartil.
2. Tajwid: Pemahaman dan penerapan kaidah tajwid, baik tingkat dasar maupun lanjutan.
3. Ghorib: Penguasaan terhadap ayat-ayat gharib atau ayat yang memiliki bacaan khusus.
4. Hafalan:
– Surat pendek (misalnya dari Al-A‘la hingga An-Nas)
– Surat panjang sesuai program masing-masing siswa
Kegiatan Pra-Munaqasyah bertujuan menjaga mutu bacaan Al-Qur’an murid agar sesuai dengan standar lulusan SD Islam Hidayatullah Semarang. Diharapkan kegiatan ini dapat mempersiapkan murid dengan baik sebelum memasuki tahap evaluasi selanjutnya, yaitu Munaqasyah.
Dalam pesan dan kesannya, Koordinator UMMI sekaligus Ketua Panitia Pra-Munaqasyah 2025, Bu Ida Farida, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar penting dalam menjamin kualitas lulusan SD Islam Hidayatullah Semarang. Ia berharap seluruh murid mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil serta menghafal minimal juz 30. Bu Ida juga menambahkan bahwa Pra-Munaqasyah menjadi wadah pembiasaan bagi murid untuk istiqamah membaca Al-Qur’an dan melakukan murojaah dengan penerapan tajwid yang benar, sehingga kebiasaan baik tersebut dapat teraplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Dzakiyya Yasmin Maulidina, murid kelas 6-A sekaligus peserta kategori tartil, mengaku bangga dapat mengikuti kegiatan ini. “Aku bangga dan senang sekali bisa mengikuti Pra-Munaqasyah. Terima kasih untuk teman-teman serta Bapak dan Ibu guru yang sudah mendukung dan membantu aku belajar. Doakan aku lulus Pra-Munaqasyah, kemudian lanjut Munaqasyah dan Imtihan, ya. Terima kasih,” ujarnya penuh semangat.

