
Pemaparan materi seminar oleh Ibu Ririn (Ibu Nurina, M.Psi., Psikolog, CHA., CGA.) disambut antusias oleh para peserta. Setiap penjelasan mengajak untuk lebih memahami diri dan memaksimalkan potensi.
SD Islam Hidayatullah Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya pendidik melalui kegiatan seminar pengembangan diri yang diikuti oleh seluruh bapak dan ibu guru serta tenaga kependidikan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2026, bertempat di lingkungan SD Islam Hidayatullah Semarang.
Seminar tersebut mengusung tema “Cara Memahami Kepribadian untuk Memaksimalkan Potensi Diri dan Murid”, sebuah tema yang relevan dengan tantangan dunia pendidikan saat ini, di mana pendidik tidak hanya dituntut cakap secara akademik, tetapi juga mampu memahami karakter dan keunikan setiap individu.
Hadir sebagai pemateri utama, Ibu Nurina, M.Psi., Psikolog, CHA, CGA, seorang praktisi dan akademisi di bidang psikologi yang berpengalaman dalam pengembangan kepribadian dan potensi individu. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki kecenderungan kepribadian yang berbeda, dan pemahaman terhadap hal tersebut menjadi kunci dalam proses pembelajaran yang efektif.
“Ketika guru memahami kepribadian dirinya sendiri, maka ia akan lebih bijak dalam mengelola emosi, komunikasi, dan cara mengajar. Dari sanalah guru dapat memahami kepribadian murid, sehingga potensi mereka bisa dimaksimalkan tanpa paksaan, melainkan dengan pendekatan yang tepat,” tutur Ibu Nurina dalam sesi materinya.
Beliau juga menegaskan bahwa tidak ada kepribadian yang lebih unggul dari yang lain. Setiap tipe memiliki kelebihan dan tantangannya masing-masing, yang apabila dipahami dengan baik akan menjadi kekuatan besar dalam dunia pendidikan.
Antusiasme peserta tampak jelas sepanjang kegiatan. Para guru dan tenaga kependidikan mengikuti seminar dengan penuh perhatian, aktif berdiskusi, serta merefleksikan praktik pembelajaran yang selama ini telah dijalankan.
Salah satu peserta seminar, Ibu Alifia Lesti Wellada, mengungkapkan rasa syukur dan kesan positifnya terhadap kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, seminar ini sangat membuka wawasan saya. Saya jadi lebih memahami kepribadian diri sendiri sekaligus menyadari bahwa setiap murid memiliki cara belajar dan potensi yang berbeda. Kegiatan ini benar-benar menyadarkan saya untuk lebih sabar, lebih empati, dan lebih tepat dalam mendampingi murid,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.
Melalui kegiatan ini, SD Islam Hidayatullah Semarang berharap seluruh pendidik dan tenaga kependidikan dapat terus bertumbuh, tidak hanya dalam kompetensi mengajar, tetapi juga dalam pemahaman karakter diri dan murid. Dengan demikian, proses pendidikan yang humanis, bermakna, dan berorientasi pada potensi dapat terwujud secara nyata.




