Tak Kalah Seru dari Kakak Kelas! MABIT Perdana Kelas 1–2 SD Islam Hidayatullah Semarang Penuh Haru dan Makna

Share it

Di sela kegiatan, panitia memberikan penghargaan kepada peserta terbaik sebagai bentuk motivasi agar anak-anak semakin semangat dalam beribadah, belajar, dan berperilaku baik.

Suasana hangat dan penuh keceriaan menyelimuti lingkungan SD Islam Hidayatullah Semarang pada Jumat—Sabtu, 30—31 Januari 2026. Untuk pertama kalinya, sekolah menggelar kegiatan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) khusus bagi seluruh siswa kelas 1 dan 2. Mengusung tema “Birrul Walidain”, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus momen tak terlupakan bagi para peserta didik.

Tak mau kalah dengan kakak kelas, para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak sore hari. MABIT kali ini tidak sekadar mengajak siswa bermalam di sekolah, tetapi juga mengajak mereka belajar, bermain, dan menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dengan cara yang menyenangkan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Kak Kempo melalui kisah dongeng inspiratif tentang berbakti kepada orang tua. Dengan gaya bertutur yang ceria dan penuh ekspresi, Kak Kempo berhasil menarik perhatian anak-anak. Dalam salah satu pesannya, ia menyampaikan, 

“Anak-anak, orang tua adalah pahlawan kita di rumah. Kalau kita sayang ayah dan bunda, kita harus patuh, rajin belajar, dan selalu mendoakan mereka. Itu yang membuat Allah senang.”Pesan sederhana ini disambut anggukan dan senyum polos para peserta.

Selain dongeng, kegiatan MABIT juga diisi dengan salat berjamaah lima waktu, tadarus Al-Qur’an, Focus Group Discussion (FGD) yang disisipi permainan puzzle bersama kelompok, hingga pelaksanaan qiyamul lail di sepertiga malam. Suasana khidmat terasa saat para siswa, meski masih belia, berusaha bangun dan melaksanakan salat malam dengan penuh semangat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan outbond ceria pada keesokan harinya. Tawa riang dan semangat kebersamaan tampak jelas menghiasi wajah para peserta, menandai berakhirnya rangkaian MABIT yang sarat makna.

Ustaz Mustofa selaku koordinator kegiatan menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas terselenggaranya MABIT perdana untuk kelas 1 dan 2 ini.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur kegiatan MABIT ini berjalan lancar dan penuh keberkahan. Anak-anak terlihat sangat antusias dan menikmati setiap rangkaian kegiatan. Harapan kami, nilai-nilai birrul walidain yang ditanamkan dapat terus melekat dalam keseharian mereka, baik di rumah maupun di sekolah,” tuturnya.

Kesan mendalam juga dirasakan oleh para peserta. Salah satunya Ananda Adzkia Arsa Anindyaswari Prasetyo dari kelas 1-D. Dengan bahasa polos khas anak-anak, ia mengungkapkan kegembiraannya,

“Aku senang sekali ikut mabit. Bisa tidur bareng teman-teman, dengar dongeng Kak Kempo, dan main puzzle. Aku mau jadi anak baik, nurut sama ayah sama bunda.”

Melalui kegiatan MABIT ini, SD Islam Hidayatullah Semarang berharap dapat terus menumbuhkan karakter religius, kemandirian, serta kecintaan siswa kepada orang tua sejak dini. Sebuah langkah kecil yang diharapkan membawa dampak besar bagi tumbuh kembang generasi berakhlak mulia di masa depan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *