Menempatkan Al-Qur’an

Share it

Izin operasional SD Islam Hidayatullah 02 telah terbit. Tentu ini kabar yang menggembirakan sekaligus menghadirkan begitu banyak tantangan. Betapa tidak. Izin itu diterbitkan tanggal 8 Juli 2021. Sementara, tanggal 12 Juli 2021 adalah hari pertama masuk sekolah. Praktis hanya berselisih empat hari. Waktu yang teramat singkat untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

Hampir saja yang muncul hanyalah suasana putus asa dan menyerah. Namun, atas dukungan dan pencerahan dari Ustaz Haris selaku Direktur LPI Hidayatullah, secara perlahan situasi berubah menjadi optimistik untuk terus berusaha semaksimal mungkin dalam rentang waktu yang teramat singkat tersebut. Sekalipun, akhirnya di bulan tersebut, dipastikan belum berhasil mendapatkan murid.

Kenyataan demikian segera saya laporkan kepada Direktur. Sekaligus saya memohon petunjuk, apa langkah terbaik yang harus segera dilakukan. Direktur meminta untuk segera menyiapkan perencanaan untuk tahun berikutnya. Termasuk di antaranya, agar gedung yang telah disediakan untuk operasional SD Islam Hidayatullah 02 segera ditempati.

“Bukankah setelah satu urusan selesai, kita harus segera beralih ke urusan yang lain?”

“Baik, Ustaz.”

“Yang terpenting kita terus berharap dan memperkuat kebergantungan kita hanya kepada Allah,” pesan Ustaz Haris.

“Baik, Ustaz.”

Sejenak saya termenung. Saya merasa tidak asing dengan dua kalimat terakhir Ustaz Haris. Tapi apa, ya? Masyaallah, itu kan dua ayat terakhir surah Al-Insyirah?

Ini inspirasi sederhana yang luar biasa. Pesannya begitu dalam: tempatkan Al-Qur’an sebagaimana mestinya. Al-Qur’an itu panduan hidup manusia. Menjadikannya sebagai rujukan dalam setiap aktivitas manusia adalah kewajaran dan memang seharusnya begitu.

Memang, terkadang bahkan sering kali saya belum dapat menerapkannya. Bukan karena tidak pernah membacanya. Bisa jadi setiap hari membaca tetapi sama sekali tidak tahu artinya. Atau tahu arti sebagian kata, tetapi tidak memahami makna ayatnya. Atau tahu maknanya tapi belum berhasil mengamalkannya. Butuh perjuangan dan kesungguhan yang konsisten untuk melatih diri beraktivitas merujuk pada Al-Qur’an.

Tugas dari Direktur untuk menempati gedung yang telah disediakan perlu segera dijalankan. Persiapan segera dilakukan. Salah satunya dengan memohon bantuan 9 hufaz membaca Al-Qur’an di gedung SD Islam Hidayatullah 02. Dilaksanakan pada Rabu, 25 Agustus 2021. Di antara 9 guru di unit SD yang telah hafal 30 juz, 2 di antaranya ternyata sedang ada uzur syar`i, sehingga acara ini akhirnya diikuti 7 hufaz.

Acara ini merujuk pada Ali `Imran: 31 dan hadis berikut.

“Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan Al-Qur’an, maka rumah tersebut akan terlihat oleh para penduduk langit sebagaimana terlihatnya bintang-bintang oleh penduduk bumi.” (H.R. Ahmad)

“Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti perumpamaan orang hidup dan mati.” (H.R. Bukhori)

“Sesungguhnya setan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surah Al-Baqarah.” (H.R. Muslim)

Selain itu, acara ini juga memiliki pesan simbolis: SD Islam Hidayatullah 02 berkomitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan hidup warganya.  Semoga.

Penulis: M. Kambali

Leave a Comment

Your email address will not be published.