Citizen Jurnalis: Shodiq Andi Nugroho

Kakak-kakak SMA sedang membimbing dan mengarahkan cara bermain salah satu permainan tradisional
Semarang – Dalam rangka melestarikan budaya dan membangun kembali semangat kebersamaan melalui permainan tradisional, siswa SMA Islam Hidayatullah (SMAIH) Semarang mengadakan kegiatan sosialisasi dolanan tradisional di SD Islam Hidayatullah Semarang pada Jumat, 16 Mei 2025. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 3 SD Islam Hidayatullah dan berlangsung dengan penuh antusias serta keceriaan.
Kegiatan yang diinisiasi oleh siswa SMAIH ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya lokal dalam bentuk permainan tradisional kepada generasi muda, khususnya siswa sekolah dasar. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa, mengembangkan keterampilan sosial melalui interaksi antarsiswa, serta memberikan alternatif hiburan edukatif di tengah dominasi permainan digital saat ini.
Berbagai jenis permainan tradisional seperti ketapel, mil-milan, egrang, gasing, serta balok kotak dimainkan bersama oleh siswa SD dengan bimbingan kakak-kakak dari SMAIH. Tidak hanya itu, para siswa juga diajak untuk memahami nilai-nilai moral yang terkandung dalam setiap permainan, seperti sportivitas, kerja sama, dan kegigihan.
Guru Kelas 3 Ibu Erna Wahyuni, S.Pd., menyambut baik kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat positif dan edukatif bagi siswa. “Anak-anak sangat senang dan semangat mengikuti setiap permainan. Ini menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna, apalagi permainan tradisional mulai jarang dikenalkan di lingkungan mereka,” ujar Ibu Erna.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi agenda rutin sekolah. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari kakak-kakak SMA. Selain mempererat hubungan antarlembaga, kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak,” tambahnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian sosial SMAIH yang sekaligus menjadi wadah pembelajaran bagi siswa dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat, serta membentuk kepribadian yang peduli terhadap lingkungan sosial dan budaya.
Dengan terselenggaranya acara ini, SMAIH Semarang berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya melestarikan budaya lokal di kalangan generasi muda, sekaligus mempererat ikatan antar jenjang pendidikan dalam satu naungan lembaga.




