Edukasi Bimbingan Karier Bersama Alumni SD Islam Hidayatullah (AKP. Galih Wisnu Pradipta, S.I.K., M.Si. dan Arifin Hudaya, M.Sc., BA)

Share it

Semarang, sdislamhidayatullah.sch.id –  Edukasi Bimbingan Karir #2

Rangkaian kegiatan classmeeting SD Islam Hidayatullah berlanjut pagi ini, Selasa 14 Desember 2021. Mengusung tema “Hebatnya Kakak Alumni SD Islam Hidayatullah”, kegiatan ini menghadirkan narasumber hebat yakni Arifin Hudaya, M.Sc., BA dan AKP. Galih Wisnu Pradipta, S.I.K., M.Si. virtual via zoom. Keduanya merupakan alumni SD Islam Hidayatullah yang lulus pada tahun 1997. Webinar ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan kepada siswa untuk membangun semangat belajar dan daya juang dalam meraih cita-cita.

Diawali dengan tahfiz QS Al Kafirun, An Nasr dan Al Lahab yang dipimpin oleh ananda Erlangga Hasan Ar Rasyid dari kelas 2D, para siswa bersemangat menyanyikan Mars Hidayatullah pada acara berikutnya. Kegiatan inti dipandu oleh Miss Rizqa dan Miss Fifi, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh narasumber hebat pagi ini yakni Kak Arifin dan Kak Galih.

Pada sesi 1, Kak Arifin menyampaikan bahwa ilmu yang didapat saat belajar di SD Islam Hidayatullah berpuluh tahun lalu sangatlah bermanfaat bahkan hingga saat ini ketika beliau menjadi pengusaha. Kak Arifin menuturkan bahwa apa yang telah diraih merupakan buah dari perjuangan di masa muda. Setelah lulus dari SD Islam Hidayatullah, SLPTN 2 Semarang dan SMA 3 Semarang, Kak Arifin meminta izin kepada orang tuanya untuk belajar di luar negeri. Orang tua beliau memberikan tantangan, jika ingin kuliah di luar negeri Kak Arifin harus mendapatkan beasiswa. Perjuangan pun dimulai. Kak Arifin mendatangi beberapa kantor kedutaan luar negeri yang ada di Indonesia. Saat itu beliau mengunjungi kedutaan Singapura, Jerman hingga akhirnya mendapatkan kesempatan meraih beasiswa ke Inholland University melalui kedutaan Belanda.

Simak rekaman live streaming di Channel Youtube SD Islam Hidayatullah Semarang 👇:

Masa-masa kuliah juga tak luput dari perjuangan. Kak Arifin harus bekerja paruh waktu agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sepulang kuliah beliau bekerja sebagai waiter di sebuah restoran. Setelah bekerja pun Kak Arifin masih harus memasak, mencuci, membersihkan rumah, belanja dan mengurus keperluan pribadi lainnya. Beliau menekankan betapa pentingnya menjadi anak yang mandiri sejak dini, karena akan sangat bermanfaat di masa yang akan datang.

Saat ini beliau menjadi Komisaris dan Direktur di empat perusahaan Start Up yang berbasis teknologi di Jakarta. Untuk dapat meraihnya, Kak Arifin menuturkan bahwa kita harus pantang menyerah, disiplin dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan selalu istikamah dalam kebaikan.

Sesi berikutnya disampaikan oleh Kak Galih, seorang anggota POLRI yang saat ini berdinas di Polda Jawa Tengah. Karir beliau dimulai pada tahun 2003 dengan menempuh pendidikan di AKPOL selama tiga tahun. Sejak kecil beliau bercita-cita menjadi polisi karena terinspirasi dari sosok sang Ayah yang juga seorang anggota kepolisian.

Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa jika ingin menjadi anggota kepolisian harus menjaga kesehatan, rajin belajar, berdoa dan selalu berkegiatan positif. Di akhir pemaparannya, beliau menyampaikan kalimat motivasi: Every Accomplishment Starts with The Desicion to Try (Setiap Pencapaian Bermula dari Keputusan untuk Mencoba).

Pada akhir acara, dibuka sesi tanya jawab yang diawali oleh Netta (2B) yang menanyakan jika kita punya 2 cita-cita apakah boleh. Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh Rayyan (5B): “Apa yang harus disiapkan untuk bisa menjadi pengusaha?”

Menanggapi pertanyaan dari Netta, Kak Galih menyampaikan bahwa kita harus bercita-cita setinggi langit. Memiliki lebih dari satu cita-cita peluangnya sangat besar pada masa sekarang ini, yang tidak boleh adalah jika kita tidak memiliki cita-cita; karena artinya kita tidak memiliki tujuan. Pertanyaan berikutnya dijawab oleh Kak Arifin. Jika ingin menjadi pengusaha Kak Arifin menjelaskan bahwa kita harus berani, tidak takut mencoba, dan selalu memupuk rasa ingin tahu.

Para siswa sangat antusias ingin menggali lebih dalam dengan bertanya kepada narasumber, namun karena keterbatasan waktu mereka tidak dapat menanyakannya secara langsung. Pertanyaan dapat disampaikan kepada wali kelas untuk selanjutnya diteruskan kepada kedua narasumber pagi ini.

Kegiatan diakhiri dengan penyampaian apresiasi dari sekolah yang disampaikan oleh Ibu Peni selaku Kepala SD Islam Hidayatullah kepada Kak Arifin dan Kak Galih atas kesediaannya berbagi ilmu dengan anak-anak. Setelah itu, Pembawa Acara (Ustadzah Nisa) mengumumkan peraih doorprize dengan kategori partisipan yang hadir paling awal, selalu on cam, dan yang aktif bertanya lalu ditutup dengan doa kafaratul majlis.

Leave a Comment

Your email address will not be published.