Edukasi Bimbingan Karier Bersama Kakak Dokter Alumni SD Islam Hidayatullah (drg. Tazkia Munasyifa dan dr. Afina Maulidyna)

Share it

Semarang, sdislamhidayatullah.sch.id –  Edukasi Bimbingan Karir #3

Rangkaian kegiatan edukasi bimbingan karier berlanjut di hari ketiga, Rabu 15 Desember 2021 dan dipandu oleh Miss Rizqa dan Ustadzah Sasa. Edukasi kali ini menghadirkan dua narasumber hebat yang berprofesi sebagai dokter. Keduanya merupakan alumni SD Islam Hidayatullah, yakni drg. Tazkia Munasyifa (angkatan 2007) dan dr. Afina Maulidyna angkatan 2008).

Kegiatan dibuka dengan pembacaan QS Al Fatihah, dilanjutkan tahfiz oleh ananda Daffa dan ananda Kemal yang melantunkan QS Ad Duha dengan kompak dan semangat. Ustadzah Ika memandu para siswa menyanyikan Hymne Hidayatullah bersama-sama pada acara berikutnya. Sambutan Kepala Sekolah disampaikan oleh Ibu Robiah Peni Raharjanti. Ibu Peni mengapresiasi semangat dan partisipasi aktif para siswa selama rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama tiga hari. Beliau juga menyampaikan harapan yang mulia semoga anak-anak dapat meraih cita-citanya dengan tetap menjadi pribadi yang cinta Al Qur’an dan kelak menjadi hafiz/hafizah. Aamiin.

Pada acara inti, Kak Mona dan Kak Maudy (sapaan akrab drg. Tazkia Munasyifa dan dr. Afina Maulidyna) menuturkan bahwa kehadiran beliau berdua diharapkan dapat memotivasi para siswa untuk semangat dalam meraih cita-cita. beliau juga menyampaikan bahwa ilmu yang didapat selama belajar di sekolah akan sangat bermanfaat ketika dewasa, bahkan dalam dunia kerja.

Kak Mona mengutip sebuah hadis tentang keutamaan menuntut ilmu:

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim). 

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa setiap profesi dapat menjadi perantara bagi kita untuk mencapai surga Allah yang tertinggi asalkan dibarengi dengan niat yang ikhlas dan senantiasa mengikuti ajaran Rasulullah (sunnah). Tak lupa Kak Mona dan Kak Maudy juga memotivasi para siswa untuk senantiasa berdoa kepada Allah, berbuat baik kepada kedua orang tua, menambah wawasan baru, belajar dari hal-hal yang disukai untuk meraih cita-cita yang diinginkan.

Sesi berikutnya dibuka pertanyaan untuk para siswa. Pertanyaan pertama dilontarkan oleh Yasmin (2C) dengan percaya diri. Ia menanyakan apakah ada profesi dokter polisi? Pertanyaan kritis berikutnya disampaikan oleh Alea (1A): “Bagaimana cara obat bisa menyembuhkan manusia saat sakit?”

Menanggapi pertanyaan dari dua anak pemberani itu, Kak Maudy menyampaikan bahwa dokter bisa juga menjadi polisi, tentara, atau dokter peneliti. Pertanyaan kedua dijawab dengan bijak oleh Kak Mona, bahwa yang menyembuhkan orang sakit adalah Allah. Dokter dan obat hanya sebagai perantara kesembuhan.

Emir (5C) menambah daftar panjang penanya kali ini. Dengan santun ia menanyakan mengapa virus covid-19 bisa bermutasi dan di mana WHO itu. Pertanyaan ini disambut dengan antusias oleh Kak Maudy bahwa kantor WHO terletak di Geneva, Swiss. Lalu terkait mutasi virus, Kak Maudy mendeskripsikan bahwa mutasi virus terjadi karena virus ingin memperkuat diri sehingga variannya menjadi semakin banyak.

Di penghujung sesi ini, kedua narasumber soliha ini berpesan kepada para siswa untuk menekuni hobi yang disukai, membangun niat baik karena Allah, berbakti kepada orang tua, dan terus mengembangkan diri.

Setelah selesai pemaparan, Ibu Naela (Waka SDIH) mewakili sekolah menyampaikan apresiasi dan sertifikat kepada para narasumber. Partisipan semakin antusias, beberapa nama siswa dipanggil oleh presenter atas keaktifan mereka mengikuti kegiatan. Mereka adalah: Fachrie (5A) sebagai siswa yang hadir paling awal, Alea (1A) sebagai siswa yang selalu mengaktifkan kamera dan, Yasmin (2C), Alea (1A), Natya (2D), Fadlan (3C), Emir (5C), serta Queeneta (2B) atas partisipasi aktifnya dalam mengajukan pertanyaan. Doa penutup menyudahi kegiatan hari ini.

Berakhir sudah rangkaian Edukasi Bimbingan Karier bagi siswa kali ini. Harapannya para siswa akan lebih termotivasi bahwa semua cita-cita yang hendak diraih butuh perjuangan dan ihtiar serta rida dari Allah. Untuk meraih rida tersebut, kita harus senantiasa melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.