Sabtu Istimewa “Akhirusanah Angkatan 27 SD Islam Hidayatullah Semarang”

Share it

Semarang, sdislamhidayatullah.sch.id – Sabtu ini terasa spesial. Pukul 06.15, siswa kelas 6 telah berdatangan. Hiruk pikuk kesibukan panitia juga sudah mulai tampak. Berjajar, meja penerima tamu sudah menanti tamu istimewa. Di musala Sekolah pun telah siap panggung nan megah. Binar keceriaan terlihat dari wajah para siswa.

Akhirusanah SD Islam Hidayatullah kembali digelar secara offline setelah dua tahun. Seluruh siswa kelas 6 beserta orang tuanya berkesempatan hadir dan bersuka cita. Diiringi irama islami, para siswa memasuki ruangan dengan derap langkah yang kompak. Duduk di panggung, mereka lantas melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dalam khatmil.

Bu Lilis dan Bu Layla memandu acara berikutnya. Setelah membuka acara, beliau mengajak para hadirin untuk berdiri dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan dipimpin oleh Bu Fitro. Kepala SD Islam Hidayatullah, Ibu Peni, menyampaikan sambutannya pada acara berikutnya. Beliau berpesan kepada para siswa agar (1) selalu mejaga salat lima waktu (2) berbakti kepada Ayah Bunda, (3) menjaga adab dan sopan santun, (4) menjaga nama baik diri, orang tua, dan almamater, (5) gunakan waktu sebaik-baiknya, (6) menjalin silaturahmi. Beliau juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada orang tua siswa atas kerja sama dan dukungannya. Sebelum mengakhiri sambutan, beliau mengajak para hadirin untuk menyaksikan video slide berisi dokumentasi siswa sejak kelas 1 hingga saat ini.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Febri, selaku Ketua Komite.

“Untuk anak-anakku kelas 6, hari ini merupakah hari kebahagiaan kalian bersama Bapak Ibu Guru dan orang tua kalian. Kebahagiaan yang tulus ini tidak ada tujuan yang lebih baik, kecuali untuk mencari rida Allah Swt.”

Beliau tak lupa menyampaikan terima kasih atas bimbingan dan kesabaran Bapak Ibu Guru sekalian pada akhir sambutan.

Bapak Umar Toha, Ketua Yayasan Abul Yatama, berkesempatan menyampaikan sambutan berikutnya.

“Anak-anak patut bersyukur karena telah menyelesaikan jenjang pendidikan di SD. Namun, perjalanan masih panjang. Satu hal yang perlu diperhatikan untuk sukses dunia akhirat adalah dengan bi rul walidain. Allah menyandingkan ketaatan kepada orang tua dengan ketaatan kepada Allah.”

Pada akhir sambutan, beliau menyampaikan apresiasi kepada Sekolah dan seluruh panitia atas kerja kerasnya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana.

Ananda Fatimah Zahra dengan percaya diri menyampaikan sambutannya.

“Hari ini kita bertemu secara khidmat untuk mengikuti acara Akhirusanah SD Islam Hidayatullah Semarang. Pada kesempatan ini, saya Fatimah Zahra, atas nama pribadi dan mewakili teman-teman kelas 6 mohon izin untuk menyampaikan terima kasih sebanyak-banyaknya dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Ibu Guru yang telah mendidik, membimbing, dan menyampaikan ilmunya selama 6 tahun terakhir ini.”

“Bapak Ibu Guru, mungkin tidak ada kata terima kasih yang cukup untuk membalas jerih payah Bapak Ibu Guru, sehingga kami bisa lulus dari Sekolah ini.”

Dengan santun, Ananda kemudian menyampaikan permohonan maaf dan mendoakan kebaikan kepada Bapak Ibu Guru. Ia pun mengharapkan doa dari para hadirin agar mendapatkan ilmu yang berkah dan bermanfaat. Kepada adik kelas, Zahra berpesan untuk selalu rajin belajar dan menghormati orang tua dan Bapak Ibu Guru.

Pada acara berikutnya, Ibu Peni, disaksikan Ketua Yayasan dan Ketua Komite, secara simbolis menyerahkan kembali Ananda Ridanara kepada orang tuanya: Bapak Risan dan Ibu Herdiana, serta Ananda Safa kepada Bapak Yudha Martadinata dan Ibu Hani Handayani.

Acara selanjutnya adalah tampilan oleh ananda Devina. Ia menyajikan alunan musik menggunakan electone. Penampilannya sungguh memukau. Alunan yang ditampilkan merupakan hasil ciptaannya sendiri. Saat diwawancarai di atas penggung, ia menyampaikan bahwa ia belajar electone sejak usia 2 tahun. Ia pernah menjadi juara 1 tingkat Provinsi dengan bakatnya itu.

Tibalah saatnya acara inti: prosesi kelulusan bagi siswa-siswi kelas 6 SD Islam Hidayatullah Angkatan ke 27. Setiap siswa maju satu per satu, dipindahkan tali topi toganya, menerima album kenangan, ucapan selamat lulus, dan setangkai bunga. Pada prosesi tersebut, pembawa acara membacakan deskripsi singkat setiap siswa. Ada yang bercita-cita menjadi programmer, dokter, arsitek, pengusaha, hingga petani.

Mendekati penghujung acara, diserahkan penghargaan bagi siswa-siswi berprestasi serta penyampaian tali asih dari orang tua kepada Bapak Ibu Guru dan karyawan. Para siswa kembali berbaris di panggung, menyanyikan Hymne Hidayatullah dan Terima kasihku. Para hadirin serentak menyalakan senter ponsel masing-masing saat anak-anak menyanyikan lagu Terima Kasihku, membuat suasana semakin hangat dan syahdu.

Selesai tampilan, para siswa berjalan menyalami satu per satu Bapak Ibu Guru yang telah berjajar di depan panggung. Diiringi lantunan merdu Ananda Vyo dan Shazia, keharuan menyeruak.  Bahagia lebur dengan kesedihan.

“Selamat berjuang, anak-anakku. Jalanmu masih panjang.” (A2)

Simak live streaming:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *