Pembelajaran dan Asesmen Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Share it

Semarang, sdislamhidayatullah.sch.id – “Pembelajaran dan Asesemen Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila” bersama Tri Sugiyono, S. Pd., M. Pd. Kepala SDN Tambakrejo 01 Ketika menjadi seorang guru, kita bisa merefleksi pembelajaran dari saat kita pernah menjadi seorang murid dan kita sekarang menjadi guru. Kita juga bisa merefleksi tentang cita-cita masa lalu dan masa sekarang. Sepuluh tahun lalu cita-cita seorang murid masih seperti cita-cita pada umumnya, dokter, polisi, guru, dan lain sebagainya. Jika kita lihat cita-cita anak zaman sekarang, sudah sangat berfaryatif dan cenderung pada digital, seperti youtuber, gamers, dan pengembang media. Inilah yang menjadi alasan kurikulum terus berkembang agar bisa menjadi acuan pembelajaran sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman. Lahirnya Kurikulum Merdeka diharapkan bisa menjadi jawaban atas kebutuhan zaman yang semakin berkembang.

Merdeka belajar memungkinkan peserta didik terlibat dalam pembelajaran sesuai dengan tahap perkembangan dan karakteristiknya. Keberhasilan pembelajaran tidak hanya bergantung pada pendidik. Peran pemangku kepentingan lain sangat diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran yang bermakna. Ketika peserta didik menjadi seorang pelajar yang merdeka, peserta didik akan memiliki peluang untuk melakukan inisiatif, mempunyai suara dan kepemilikan pada proses pembelajaran serta memiliki kesempatan untuk memberikan umpan balik baik kepada diri sendiri, peserta didik lain, kepada pendidik dan kepada para pemangku kepentingan lainnya.

Prinsip pembelajaran pada kurikulum merdeka dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai demgam kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan. Proses pembelajaran dirancang agar peserta didik bisa menghadapi perkembangan zaman yang relefan.

Modul ajar adalah sejumlah alat atau sarana media, metode, petunjuk, dan pedoman yang dirancang secara sistematis dan menarik. Modul ajar merupakan implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran yang dikembangkan dari Capaian Pembelajaran dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai sasaran. Modul ajar disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan peserta didik, mempertimbangkan apa yang akan dipelajari dengan tujuan pembelajaran, dan berbasis perkembangan jangka panjang. Guru perlu memahami konsep mengenai modul ajar agar proses pembelajaran lebih menarik dan bermakna. Guru dalam satuan pendidikan diberi kebebasan untuk mengembangkan modul ajar sesuai dengan konteks lingkungan dan kebutuhan belajar peserta didik.

Prinsip Asesmen kurikulum merdeka menjadi acuan penyusunan asesmen dalam implementasi kurikulum. Panduan Pembelajaran dan Asesmen menjelaskan bahwa asesmen adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar, perkembangan dan pencapaian hasil belajar peserta didik. Pada kurikulum merdeka terdapat dua bentuk asesmen, yaitu formatif dan sumatif.
Belajar hari ini diakhiri dengan belajar membuat modul ajar bersama rekan sejenjang dan dilanjutkan dengan presentasi hasil kelompok masing-masing. Selanjutnya dilanjutkan dengan penguatan materi tentang “Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila”. Profil Pelajar Pancasila adalah karakter dan kemampuan yang dibangun dalam keseharian dan dihidupkan dalam diri setiap individu peserta didik melalui budaya satuan pendidikan, pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan Profil Pelajar Pancasila, maupun ekstrakurikuler.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *